Logo kotaperwira.com

Ditemukan LKS Tidak Sesuai Kepribadian Siswa SD

PURBALINGGA – Geger Lembar Kerja Siswa (LKS) yang tidak sesuai dengan kepribadian anak SD merambah Purbalingga (Jateng). Guru SD Negeri Purbalingga Lor 2 Purbalingga menemukan LKS mata pelajaran muatan lokal Bahasa Jawa untuk klas 3 SD, yang isinya tidak sesuai kepribadian anak. Sejauh ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Purbalingga belum memerintahkan untuk menarik LKS tersebut dari peredaran.

Kepala SD Purbalingga Lor 2, Sasno mengatakan, pihaknya menemukan salah satu materi LKS pelajaran Bahasa Jawa untu untuk kelas 3 yang tidak layak untuk dibaca oleh siswa di halaman lima. LKS itu diterbitkan oleh sebuah penerbit di Klaten. “Ada beberapa kata yang tidak pantas ditampilkan seperti nyimeng, omben-omben, dan udud,” kata Sasno.

Dalam LKS tersebut terdapat materi berupa dialog antara anak-anak dengan orang tua. Dalam dialog itu, anak tersebut menanyakan tentang resep awet muda kepada orang tua tersebut. Namun oleh orang tua itu dijawab seenaknya. “Ah gampang! Saben dina aku nyimeng sadurunge mapan turu. Liyane kuwe, sadurunge sarapan aku mesthi ajeg omben-omben ora ketang rong gendul. Aku isih udud kurang luwih rong wungkus. Ngono!”

Sasno mengatakan, pihaknya lalu menarik seluruh LKS tersebut dari tangan siswa. Lalu olehnya, bagian yang berisi materi tidak sesuai tersebut diambil, dan LKS dikembalikan lagi ke siswa. “Kami hanya mengambil yang isinya tidak sesuai saja. Tapi bagian lain dibiarkan karena isinya masih sesuai. Tidak mungkin LKS itu satu buku isinya jelek semua. LKS itu kan hanya buku sekunder, jadi bukan buku utama, karena fungsi LKS hanya untuk latihan siswa mengerjakan soal di rumah,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Purbalingga, Iskak mengaku belum mengetahui secara pasti terhadap temuan LKS tersebut. Namun sesegera mungkin pihaknya akan mengecek perihal itu. “Kalau LKS saya belum tahu pasti, nanti saya cek ke sekolah tersebut,” ujar Iskak.

Menurutnya, pengadaan LKS bersifat parsial yang merupakan wewenang dari sekolah bersangkutan. Pihaknya tidak dapat memberikan larangan bagi sekolah tersebut.

Kejadian serupa juga pernah dialami oleh Dindik dimana pihaknya mendapat droping buku bacaan untuk perpustakaan yang di beberapa bagian terdapat isi yang tidak sesuai untuk dibaca oleh siswa SD. Sehingga buku-buku itu ditarik dari peredaran.

Tags: , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42