Logo kotaperwira.com

Dinperindagkop Purbalingga Usulkan Perda PKL

PURBALINGGA – Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Dinperindagkop) Purbalingga mengusulkan penerbitan peraturan daerah (Perda) tentang pedagang kaki lima. Perda tersebut untuk menata ulang para pedagang agar lebih tertib sesuai aturan yang ditentukan.

Menurut Kepala Dinperindagkop Agus Winarno, Perda ini mengatur zonasi kawasan PKL, jam operasional berjualan hingga pada hak dan kewajiban pedagang. “Banyak poin-poin penting yang diatur dalam Perda PKL,” katanya.

Dikatakan, kewajiban para pedagang yang diatur dalam Perda PKL adalah dalam membayar retribusi. Retribusi ini bukan untuk memberatkan pedagang melainkan sebagai bentuk kerjasama yang baik antara Pemkab dengan PKL. “Mereka tetap akan dikenakan retribusi, seperti halnya para pedagang di pasar tradisional,” terangnya.

Agus menilai Perda PKL ditujukan untuk melindungi para pedagang dari pembayaran retribusi di luar peraturan yang dijalankan oleh oknum atau pihak-pihak terntentu. “Kewajiban pembayaran retribusi ini untuk memberikan kontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujarnya.

Sementara itu, zonasi kawasan PKL yang diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 25 Tahun 2005 terdapat lima lokasi, meliputi kawasan alun-alun, Gang Mayong (Jl Wirasaba), RSUD, Jl MT Haryono dan Pegadaian. Namun, seiring waktu kawasan PKL makin berkembang, seperti kawasan GOR Goentoer Darjono, Jl. AW Soemarmo dan Jl. A Yani Jumlah pedagangnya pun semakin bertambah, dari sebelumnya tercatat 200 pedagang, sekarang menjadi 774 pedagang.

“Para pedagang ini akan mendapat pembinaan dan penataan agar tidak menyalahi aturan,” kata Agus.

Kasi Usaha dan Pengembangan Ekspor Disperindagkop, Marta Dwi Hudiyati juga mengatakan, Perbup Purbalingga No 25 Tahun 2005 tentang penunjukkan lokasi berjualan pedagang kaki lima (PKL) di Kecamatan Purbalingga, perlu direvisi. Pasalnya, sekarang ini muncul kawasan PKL baru, di samping ada beberapa kawasan lain yang sudah dihapus untuk lokasi berjualan.

Dia mengatakan, kawasan zona PKL yang diatur perbup terdapat sembilan paguyuban. Namun, jumlah kawasan PKL yang tercantum dalam Perbup berkurang karena beberapa lokasi telah dihapus, seperti di Pasar Kota Purbalingga yang sekarang menjadi Taman Kota Usman Janatin dan Stadion Wasesa yang sekarang menjadi Pasar Segamas.

Sementara itu, kawasan PKL baru terdapat di GOR Goentoer Dardjono dan Jl. DI Panjaitan Purbalingga. “Kawasan PKL sudah banyak yang berubah sehingga perlu direvisi kembali,” ujarnya.

Tags: , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42