Logo kotaperwira.com

Diduga Ada Sekolah Curi Start PPDB

PURBALINGGA – Sejumlah SMA Negeri non RSBI mengeluhkan adanya sekolah kejuruan yang diduga mencuri start pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2012/ 2013 ini. Kondisi itu dinilai merugikan sekolah yang melaksanakan penerimaan siswa baru secara serentak sesuai jadwal yakni mulai 25 Juni mendatang.

Salah satu Kepala SMA yang tidak bersedia namanya dikorankan mengatakan, ada sejumlah SMK yang sudah merekrut calon siswa sejak beberapa waktu lalu. Caranya dengan membuka pendaftaran dan meminta calon siswa mengisi formulir pendaftaran. Kondisi ini jelas merugikan sekolah yang notabene melaksanakan PPDB secara serentak mulai 25 Juni mendatang.

“Tahun lalu sekolah saya kekurangan siswa. Jika tahun ini masih marak sekolah yang mencuri start, terutama SMK, maka sekolah yang sudah sesuai aturan sangat dirugikan,” kata kepala sekolah yang sudah lama menjabat di beberapa SMA ini, Rabu (20/6).

Meskipun begitu, pihaknya juga mempertanyakan aturan yang jelas dari dinas pendidikan terkait prosedur PPDB. “Sanksi atau catatan pada sekolah yang melanggar aturan main itu harus diterapkan dan kembali dievaluasi. Jangan sampai tahun-tahun selanjutnya terulang,” tambahnya.

Pihaknya juga mengaku sudah bersiap menggelar PPDB serentak pada 25 Juni mendatang. Namun karena melihat tahun lalu masih kekurangan siswa, kepada yang berminat bisa mengambil formulir dahulu dan dikembalikan saat sudah mulai dibuka pendaftaran.

Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Purbalingga, Soedino SE membenarkan masih maraknya sekolah swasta terutama SMK yang membuka pendaftaran lebih awal. Pihaknya menerima keluhan dari salah satu SMA di Bobotsari yang mengatakan dirugikan dengan adanya sekolah yang mencuri start PPDB tahun ini.

“Saya sudah laporkan kepada dinas pendidikan. Apa gunanya ada SK kepala dinas terkait petunjuk teknis PPDB jika aturan itu tetap dilanggar. Artinya, adanya SK Kepala Dinas posisinya lemah dan tidak dihiraukan sekolah. Dindik harus tegas menegur dan memberikan pembinaan maupun sanksi kepada sekolah bersangkutan,” tegasnya.

Kabid Pendidikan Menengah Dindik Purbalingga, Subeno SE MSi, menegaskan, sekolah yang terbukti mencuri start terancam sanksi. Paling berat jika terbukti, sejumlah bantuan untuk sekolah bersangkutan bisa dipending oleh dinas pendidikan.

“Kita menggunakan pengawas pendidikan menengah yang dimiliki dinas pendidikan untuk melakukan pemantauan dan mencatat sekolah penyelenggara PPDB. Nantinya akan dilaporkan kepada dinas tingkat pelanggaran yang dilakukan sekolah itu. Mulai dari tingkat ringan sampai berat,” paparnya, Rabu (20/6).

Dinas Pendidikan memang tidak sekaligus langsung memberikan sanksi. Namun terlebih dahulu persoalan itu akan dirapatkan kembali dan dievaluasi. Namun, jika pelanggaran sangat berat, sekolah yang bersangkutan bisa terkena pending penerima bantuan maupun sanksi lainnya, sebagai konsekuensi pelanggaran itu. Sumber: Radar Banyumas.

Tags: , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42