Logo kotaperwira.com

Dianggap Tak Aktif, 26 Koperasi di Purbalingga Terancam Dibubarkan

Purbalingga – Sedikitnya 26 koperasi di Kabupaten Purbalingga tidak aktif dan bahkan terancam dibubarkan bila pengurus tidak menghidupkan kembali lembaga tersebut. Dari jumlah itu yang sudah dicoret dari daftar Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Dinperindagkop) ada empat unit.

Keempat koperasi itu meliputi, Koperasi Serba Usaha (KSU) Ampera, KSU Grinsing Jaya, Koperasi Mekar Bakti dan Koperasi Syam Melati. Kasi Pembinaan dan Pengembangan Dinperindagkop, Endang Suciati menjelaskan, koperasi yang masuk dalam daftar pemutihan karena sudah lama tidak aktif.

“Dari pada sudah tidak ada aktivitas lebih baik dibubarkan saja. Toh, sudah dilakukan pembinaan beberapa kali tetap saja tidak ada perubahan,” ujarnya.

Dikatakan, sebagian koperasi yang terancam dibubarkan adalah koperasi yang dibentuk hanya karena mengharapkan bantuan dari pemerintah. Pengurus tidak bisa secara mandiri menjalankan operasional lembaga yang bermoto dari, oleh, dan untuk anggota itu.

Selain itu, lanjut dia, pengurus koperasi sudah tidak aktif. Mereka tidak ada regenerasi anggota baru. Kondisi ini diperparah dengan usaha yang dijalankan hanya satu unit usaha, yakni simpan pinjam. “Regenerasi lambat, mereka juga tidak memperluas bidang usaha sehingga tidak berkembang,” paparnya.

Lebih lanjut Suci mengemukakan, Dinperindagkop telah melakukan pembinaan untuk mengetahui permasalahan dan mencari jalan keluarnya, kepada koperasi yang dinilai tidak sehat. “Tapi sudah dibina tetap saja tidak berjalan, sehingga kami memutuskan menghapus dari daftar koperasi,” ujarnya.

Berdasarkan data rekap kelembagaan dan usaha Kabupaten Purbalingga, menyebut pada 2010 tercatat sebanyak 227 unit koperasi. Dari jumlah itu koperasi aktif tercatat 201 unit dan tidak aktif 26 unit. Perkembangan modal sendiri sebesar Rp 86.830. 523.483, modal luar sebesar Rp 88.903.974.228, sedangkan asset sebesar Rp 176.332.135.507.

Terpisah, Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah Kabupaten (Dekopinda) Purbalingga, Sudiman membenarkan ada 26 koperasi yang terancam dibubarkan karena sudah lama tidak akfit. Tidak aktifnya koperasi tersebut karena pengelola tidak mampu memanajemen dengan baik, di samping mereka tidak memahami betul lembaga tersebut. “Parahnya mereka dibentuk hanya karena ada bantuan pemerintah. Mereka tidak bisa mandiri,” ujar dia.

Tags: , , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42