Logo kotaperwira.com

Derita Warga Desa Banjarsari Bobotsari Saat Musim Kemarau

Purbalingga – Setiap tahun, wilayah desa Banjarsari, kecamatan Bobotsari, selalu menjadi langganan kesulitan air bersih. Selama musim kemarau, warga tergantung bantaun air bersih dari Pemkab Purbalingga yang datang lima hari sekali. Mereka pun harus berhemat agar jatah air tersebut dapat mencukupi kebutuhan.

Deretan ember dan tempat penampungan air nampak menghiasi jalan desa Banjarsari kecamatan Bobotsari. Wadah dan penampungan air itu sengaja diletakkan warga di pinggir jalan, agar mempermudah truk tangki pembawa air bersih menyalurkan bantuan air bersih.

Sekitar 15 menit wartawan koran ini datang, dari arah ujung jalan nampak sebuah truk tangki air bersih berwarna biru dan putih, dengan tulisan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, berhenti di depan deretan ember tersebut. Sesaat kemudian, petugas yang membawa truk tersebut langsung mengalirkan air dari dalam tangki ke tempat penampungan air yang sudah dipersiapkan warga sebelumnya.

Disela-sela droping air bersih tersebut, kepada Radarmas, salah satu warga yang mengaku bernama Satirah langsung curhat. “Beginilah nasib kami jika musim kemarau datang. Kami praktis hanya tergantung dari bantuan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Sebab, seluruh sumber air yang ada sudah tidak bisa kami manfaatkan lagi,” keluhnya.

Sumber Air Kering, Harus Hemat Jatah Air Pemkab

Dia menjelaskan, warga juga memiliki sumur. Akan tetapi sumur tersebut tidak keluar airnya, saat kemarau, meski kedalaman sumur mencapai 15 meter. Tak hanya itu, belik atau mata air kecil yang berada di pinggir sungai yang ada di desanya juga sudah tidak bisa digunakan. “Sudah tercemar limbah rumah tangga. Jadi tidak bisa dipakai untuk memasak dan minum,” katanya.

Air sungai dan air belik hanya dipakai untuk mencuci baju atau keperluan rumah tangga lainnya, selain masak dan minum. “Air sumur pun airnya kan berubah menjadi keruh jika diambil beberap kali. Jadi sudah tidak layak lagi untuk digunakan,” tambahnya.

Tak hanya kesulitan air bersih, warga menurutnya juga dihadapkan dengan kesulitan lainnya, yakni ketersediaan air bersih bantuan dari Pemerintah. “Truk tangki bantuan air ke desa kami hanya lima hari sekali. Otomatis kami harus berhemat, agar air bersih cukup untuk kebutuhan sehari-hari sebelum bantuan datang lagi. Normalnya air bersih bantuan yang kami terima hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan air bersih kami selama dua hingga tiga hari,” bebernya.

Dia bersama warga lainnya, berharap ke depan pemkab Purbalingga bisa memikirkan nasib warga Desa Banjarsari yang selalu kesulitan air bersih. “Kami berharap ada sambungan pipa PDAM ke desa kami. Kalau sudah ada sambungan pipa PDAM, maka kesulitan air yang kami alami akan berakhir,” harapnya.

Tags: , , , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42