Logo kotaperwira.com

Demam Pepaya California di Purbalingga

PURBALINGGA – Meski belum banyak diminati oleh petani di Purbalingga, namun daya tarik pepaya California secara ekonomis layak diperhitungkan.

Dengan tinggi tanaman yang tidak sampai satu meter, dalam satu bulan pepaya yang merupakan varitas temuan Prof Dr Ir Sriani Sujiprihati MS dari Institut Pertanian Bogor ini bisa dipanen hingga lima kali. Satu kali panen, per pohonnya bisa dipetik minimal dua buah.

“Terkadang sekali petik per pohon bisa tiga buah,” ujar Ahmad Zuhri (40) warga Kabupaten Demak yang dipercaya mengurusi lahan pepaya California di Desa Babakan.

Biaya produksi untuk satu pohon pepaya california pun termasuk murah. Hanya Rp 30 ribu untuk satu masa tanam. Yakni sekitar 2-3 tahun.

“Rp 30 ribu itu biaya dari tanam, perawatan, hingga sewa lahan,” ujar dia.

Hasil panen pepaya yang merupakan buah lokal asli Indonesia ini juga mempunyai nilai jual lebih. Bahkan untuk pepaya yang spesifikasinya kurang baik, pasar masih mau menerima.

“Pepaya yang busuk biasanya diserap industri rumah tangga. Untuk campuran membuat saos,” kata Ahmad.

Klasifikasi pepaya California berkelas. Kelas A untuk pepaya bentuk kapsul, tidak bengkok dan mulus tanpa cacat. Harga jual per kilogram di tingkatan petani Rp 2500 – Rp 3000.

Kemudian kelas B untuk pepaya berbentuk kapsul melengkung di bagian bawah. Harga jual per kilogramnya Rp 1500 per kilogram.

Dan kelas C, yakni untuk pepaya yang secara fisik mengalami pembusukan kecil. Yang biasanya karena goresan dengan pohon pepaya. Atau terciprat air hujan yang jatuh ke tanah.

Dari data di Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Dinpertanhut) Purbalingga, sebaran pertanian pepaya California baru berada di Desa Babakan, Karangjambe, Toyareja, Bojanegara, dan Gemuruh.

Tags: , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42