Logo kotaperwira.com

Dana Subsidi Jamkesda Purbalingga Hampir Habis, Tersisa Rp 158,8 Juta

Purbalingga – Pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin yang tidak masuk dalam kepesertaan jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) menghadapi persoalan serius. Dana subsidi Jamkesda Rp 1 miliar yang dialokasikan pada tahun 2011 ini ternyata hampir habis. Hingga awal April ini, dana pelayanan kesehatan masyarakat miskin non kuota Jamkesmas hanya tersisa Rp 158,8 juta saja.

Direktur RSUD Goeteng Taroenadibrata Purbalingga, dr. Nonot Mulyono M.Kes mengungkapkan, menipisnya dana tersebut disebabkan karena pihak RSUD Purbalingga harus membayarkan hutang untuk pelayanan serupa pada tahun 2010 lalu sebesar Rp 616 juta. Selain itu, pihak RSUD Goeteng juga harus membayarkan klaim untuk pelayanan kesehatan masyarakat miskin non kuota Jamkesmas pada tahun 2011 (Januari-Maret) sebesar Rp 225,11 juta.

“Anggaran yang tersisa Rp 158,82 juta. Diperkirakan hanya bisa digunakan untuk membiayai pelayanan sampai dengan Bulan Mei 2011,” tutur dr. Nonot Mulyono M.Kes, Kamis (7/4).

Karena keterbatasan anggaran tersebut, saat ini pihaknya cukup ketat dalam mengelola anggaran tersebut. Mereka yang dilayani dengan dana tersebut diharapklan merupakan masyarakat yang benar-benar masuk dalam kriteria pelayanan. “Hutang yang mencapai Rp 600 juta pada tahun 2010 sebagian besar untuk membayar pelayanan haemodialisa atau cuci darah bagi masyarakat miskin non kuota jamkesmas,”jelasnya.

dr Nonot mengatakan, ada 10 kriteria masyarakat miskin yang dapat dilayani dengan pembiayaan masyarakat miskin non kuota Jamkesmas itu yakni gelandangan dan orang-orang terlantar yang tidak masuk jamkesmas, orang miskin yang tidak masuk dalam SK Bupati nomor 440/110 tahun 2008 dengan menunjukkan SKTM, penderita yang membutuhkan pelayanan terus menerus dan pelayanannya tersedia di RSUD (Thalasemia, idiomatic, trombosito pheniapurpura/ITP dan gagal ginjal), pasien gizi buruk dan pasien khusus kejadian ikutan pasca imunisasi.

Pelayanan juga diberikan bagi pasien-pasien tersebut di atas dan peserta jamkesmas yang menggunakan ambulans untuk dirujuk ke rumah sakit lain dan atau meninggal di RSUD Purbalingga. Pasien jamkesmas yang dirawat di RSUD namun membutuhkan pemeriksaan lab atau transfusi darah yang tidak tersedia di RSUD Purbalingga, pasien miskin non kuota jamkesmas dari Purbalingga yang dirawat di RS Margono atau yang lebih tinggi dengan rekomendasi Dinas Kesehatan. Pasien miskin non kuota jamkesmas yang merupakan keluarga inti dari peserta program jamkesmas dan pasien miskin non kuota Jamkesmas yang dirawat di RSUD selain kasus-kasus diatas.

Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPRD Purbalingga, Karsono SPdI mengatakan, bila dana tersebut terbatas, pihak RSUD Purbalingga diharapkan dapat mengupayakan dana sosial rumah sakit. “Dana sosial rumah sakit itu saya rasa bisa digunakan untuk melayani pasien miskin non kuota Jamkesmas,” tutur Karsono.

Sumber : Radar Banyumas

Tags: , , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42