Logo kotaperwira.com

Bukateja Makin Mencekam, Buntut Tewasnya Tahanan

PURBALINGGA – Ratusan warga yang diduga warga Desa Krenceng, Kecamatan Kejobong, Purbalingga, kembali datangi Mapolsek Bukateja, Sabtu (28/4) malam.

Mereka datang menaiki sepeda motor dan berkonvoi di depan mapolsek dengan menggeber-geberkan suara kendaraan pukul 22.30.

Kedatangan mereka untuk yang kali kedua itu, diduga masih berkaitan dengan meninggalnya Afik Sarifudin (18), warga Desa Krenceng, Kecamatan Kejobong yang gantung diri di dalam ruang tahanan Mapolsek Bukateja, Jumat (27/4).

Ratusan satuan Dalmas, Brimob dan dibantu anggota TNI, sejak sore siaga di depan mapolsek untuk mengantisipasi terjadinya tindakan anarkis. Sempat terjadi ketegangan, ketika polisi hendak membubarkan warga.

Akhirnya salah satu perwakilan dari warga mengadakan dialog dengan Kapolres AKBP Ferdy Sambo. Dalam dialog itu, perwakilan warga meminta kejelasan dari polisi terkait kematian Afik.

“Kami sedang memeriksa keempat anggota kami. Jika mereka terbukti melanggar, pasti saya tindak,” kata Kapolres, menenangkan warga.

Dialog Senin

Kapolres menambahkan, pihak keluarga dan pengacara akan datang ke Mapolres untuk mengadakan dialog perihal kasus tersebut pada Senin (30/4). “Jadi, sudah tidak ada apa-apa. Kalian harus sabar.”

Setelah menerima penjelasan dari Kapolres, akhirnya massa pun membubarkan diri.

Mereka berjanji akan datang ke Mapolres pada Senin (30/4) dengan mengerahkan massa lebih banyak lagi.

Akibat aksi tersebut, arus lalu lintas di jalan utama yang menghubungkan Kabupaten Purbalingga dengan Kabupaten Banjarnegara, tersendat.

Seperti diberitakan, sebelumnya pada Jumat (18/4) malam sekitar pukul 23.00, ratusan warga mendatangi Mapolsek Bukateja. Tuntutan yang sama diminta oleh warga berupa kejelasan perihal kematian Afik.

Diketahui, Afik Sarifudin (18) ditahan oleh polisi di Mapolsek Bukateja karena diduga membawa lari gadis di bawah umur, Oviani Yanuar Ramadyanti (15), siswa MTs Ma’arif NU 5 Bukateja, warga Desa Majasari Kecamatan Bukateja, Minggu (15/4).

Afik dan Ovi dijemput oleh keluarga Ovi bersama polisi di Semarang, Rabu (25/4) setelah mereka berpindah-pindah dari Jakarta, Solo dan Semarang. Ovi kemudian dibawa keluarganya, sedangkan Afik di tahan di Mapolsek Bukateja.

Pada Jumat (28/4) pagi, Afik ditemukan tewas gantung diri di sel tahanan. Jenazah Afik dibawa ke Rumah Sakit Margono Soekarjo Purwokerto untuk diautopsi. Dari hasil autopsi, dokter forensik rumah sakit tersebut menyebutkan bahwa Afik meninggal karena lemas kehabisan oksigen dan mengarah murni gantung diri.

Tags: , , , , , , , , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42