Logo kotaperwira.com

BPOM Razia Jajanan Anak Sekolah, Ditemukan Jajanan Mengandung Pewarna Tekstil.

Purwokerto – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Semarang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Banyumas, kemarin melakukan razia terhadap beberapa jajanan anak yang dijual pedagang di sejumlah sekolah. Sampel jajanan yang diambil langsung diuji di tempat.

Sekolah yang menjadi sasaran antara lain SDN 1, 2, 3 Purwokerto Wetan, dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Purwokerto. Sebelum pengujian, terlebih dulu petugas membeli sampel jajanan yang dijual pedagang secara diam-diam.

Ada 40 sampel jajanan anak yang diambil dari empat sekolah tersebut. Barang-barang itu selanjutnya diuji secara cepat.

Kepala BPOM Semarang, Supriyanto Utomo, mengatakan berdasarkan hasil pengujian petugas tidak menemukan adanya jajanan yang berbahaya bagi kesehatan anak. Meski saat itu petugas tidak menemukan jajanan yang berbahaya, namun saat melakukan razia di Purbalingga petugas menemukan jajanan yang mengandung pewarna tekstil.

Salah satunya pada jajanan kerupuk soto. “Ini sangat berbahaya dan dapat merusak organ tubuh, khususnya liver dan ginjal,” ungkap dia di sela-sela kegiatan.

Perlu Dibimbing

Dia menjelaskan, jajanan anak yang dijual pedagang merupakan produk industri rumah tangga. Keberadaan mereka perlu dibimbing agar menggunakan bahan-bahan yang aman untuk dikonsumsi.

Apalagi, aktivitas mereka dalam rangka menunjang roda perekonomian keluarga. Terhadap temuan itu untuk sementara BPOM tidak memberikan sanksi.

Sementara berdasarkan hasil pengujian jajanan yang dilakukan Dinas Kesehatan beberapa waktu lalu, ditemukan adanya sejumlah jajanan yang tidak memenuhi syarat kesehatan. Variabel yang diuji antara lain uji bakteriologis, pewarna, pemanis dan uji boraks.

Dalam uji bakteriologis diperoleh hasil dari sebanyak 15 sampel diketahui 11 sampel (73,33 %) tidak memenuhi syarat kesehatan, dan 4 sampel (26,67 %) memenuhi syarat kesehatan.

Kemudian dalam uji pewarna, dari 13 sampel yang diuji, 2 sampel (15,38 %) positif mengandung rhodamin B. Sedangkan pada saat dilakukan uji pemanis dengan menggunakan siklamat, diperoleh hasil dari 15 sampel sebanyak 11 sampel (73,33%) positif mengandung siklamat. Selanjutnya untuk uji boraks tidak ditemukan zat tersebut.

dr Widayanto, kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, mengatakan jajanan anak yang dijual di sekolah biasanya diproduksi industri rumah tangga dan dalam skala kecil. Dikhawatirkan mereka menggunakan bahan-bahan yang berbahaya, karena itu perlu dilakukan pemeriksaan secara berkala.

Sumber : Suara Merdeka

Tags: , , , , ,  , bahaya pewarna tekstil pada makanankti bakteriologi

Leave a Reply

close(x)
Pasang Iklan