Logo kotaperwira.com

Benahi Pasar Segamas, Jelang Penilaian Adipura

Purbalingga – Pemerintah kabupaten Purbalingga terus berupaya melakukan pembenahan agar kondisi pasar Segamas semakin nyaman. Pembenahan yang akan dilakukan diantaranya pembangunan Awning pada blok F yang masih dalam kondisi terbuka tanpa atap. Kondisi ini mengakibatkan suasana jual beli di blok itu sangat tidak nyaman. Saat tidak hujan para pedagang dan pembeli akan kepanasan, sebaliknya saat hujan turun maka mereka harus berbasah-basahan.

“Saling berbagi ya bu ! Saya bersama pak Kento (Wakil Bupati) akan berusaha dapat membuatkan atap supaya jualanya tidak kepanasan. Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa dibangun. Tetapi, sementara belum, saya minta ibu-ibu juga mau membantu menciptakan kebersihan dan ketertiban di sini,” kata Bupati Purbalingga Drs H Heru Sudjatmoko M.Si didampingi Wabup Drs H Sukento Ridho Marhaendrianto MM saat melakukan peninjauan kegiatan sukses Adipura di Pasar Segamas, Jum’at (4/11).

Bersamaan dengan kunjungan Bupati, para istri pejabat yang tergabung dalam Dharma wanita dan PKK Kabupaten dipimpin Ny. Sudarli Heru Sudjatmoko, melakukan gerakan kebersihan di lingkungan pasar.

Selain penataan kawasan Blok F yang diperkirakan menghabiskan biaya Rp 1,39 milyar, pihak Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Dinperindagkop) juga berencana membuat Ventilasi di lapak Blok E dan menata Blok A yang semula terdapat tiga lorong menjadi dua lorong. Lokasi Parkir depan pasar juga akan segera dirimbunkan dengan dibuatkan taman dan ditanami pohon glodogan lokal.

Bukan saja tempat pedagang berjualan yang mendapat perhatian Bupati. Sejumlah tempat seperti areal parkir, taman pasar, saluran drainase dan fasilitas umum seperti kamar mandi/WC tak luput dari perhatian Bupati. “Tolong kepada pengelola pasar, jangan hanya menarik retribusi saja. Tapi masa mendatang, agar selalu dipikirkan bagaimana keindahan, kerapian dan kebersihannya bisa tertangani dengan baik,” katanya kepada Kepala UPT Pasar Segamas Mamik Sumitro.

Agar kebersihan pasar bisa terjaga, lanjut Bupati, Kepala pasar dan jajarannya harus bisa menggerakan petugas kebersihan dan petugas keamanan pasar. Mereka, menurut Bupati, harus bergerak bersama dalam menangani kebersihan di lingkungan pasar.

Sementara itu, Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Purbalingga Drs Ichda Masrianto M.Si menilai sejumlah fasilitas kebersihan di lingkungan pasar perlu segera dibenahi. Menurut Ichda, lingkungan pasar sedapat mungkin diupayakan tidak identik dengan bau menyengat. Hal ini bisa diupayakan dengan pembenahan saluran drainase agar tidak ada yang mampet. Ichda juga meminta para pedagang mau menyediakan tempat sampah terpilah di setiap kios atau los yang ada. Dengan begitu, lanjut Ichda, sampah yang dihasilkan bisa langsung tertangani sehingga tidak tercecer dan menimbulkan bau busuk.

“Biasanya para pedagang memasang empleg-empleg atau spanduk peneduh tanpa mengindahkan estetika. Ini juga akan menyebakan lingkungan pasar jadi terlihat semrawut dan tidak rapi,” katanya.

Terpisah, Kepala UPT Pasar Mamik Sumitro menuturkan, pihaknya akan terus berupaya melakukan pembenahan-pembenahan menyangkut kebersihan, keindahan dan keteduhan pasar. “Sebetulnya kami telah menyediakan tempat sampah di tiap kios. Dulu baru dua kios satu tempat sampah. Tetapi sekarang malah pada hilang,” katanya.

Selain meninjau Pasar Segamas, Bupati bersama rombongan juga melakukan pemantauan kebersihan saluran irigasi kios potong ayam pasar segamas, kemudian Stadion Gelora Goentoer Darjono dan terakhir menyambangi TPA Banjaran dan Waduk Slinga.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan Sekda Purbalingga Kodadiyanto, SH, MM melakukan pemantauan persiapan Adipura di sejumlah wilayah kota. Kodadiyanto didampingi Sekcam Purbalingga Kota Rahardjo Minulyo, SE, Kasubag Kemitraan Media Humas Ir Prayitno, M.Si, Kasi Prasarana Pengairan Sucipto, ST dan Kasi Pengendalian dan Pengamanan Satpol PP Teguh Sungkono, S.Sos.

Pantauan dilakukan di pasar Bancar, ruas jalan S Parman, Jalan Kemuning, Jalan Lawet, Jalan Mintaraga, Jalan Isdiman, Kelurahan Timbang, Kandanggampang, Kalikabong, jalan lingkar pasar Segamas, kompleks pasar sepeda, pasar kayu, pasar hewan, kelurahan Purbalingga Kulon, kemudian Jalan AW Soemarmo.

Ketika berada di kompleks pasar sepeda Kodadiyanto menemukan pot tanaman yang tidak terawat rapi. Tanaman didalam pot juga sudah mati layu akibat kekeringan. Yang paling parah, ada dua buah pot dibiarkan pecah dan belum diperbaiki. Kodadiyanto selanjutnya memerintahkan pengelola pasar hewan dan pasar sepeda untuk segera memperbaiki dan menanaminya kembali.

Ketika meninjau saluran air di jalan MT Haryono, Kodadiyanto juga menjumpai saluran yang tersendat akibat tumpukan sampah. Kodadiyanto juga mendapat keluhan dari warga jika hujan lebat saluran tersebut membludak hingga ke pemukiman.

Tags: , , , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42