Logo kotaperwira.com

Belasan Siswa Pelaku Tawuran Ditangkap

PURBALINGGA – Tawuran antarsekolah terjadi di sebelas SMA Kutasari, Purbalingga, Senin (30/7) siang. Belasan siswa SMK YPT 1 Purbalingga menggeruduk siswa SMA 1 Kutasari. Motif balas dendam diduga menjadi pemicunya.

Dari keterangan yang dihimpun, siang itu sekitar pukul 13.00, belasan siswa SMK YPT 1 datang ke SMA Kutasari. Keributan pun terjadi antarsiswa dari kedua sekolah. Beberapa siswa pun saling pukul. Warga yang melihat kejadian tersebut pun datang melerai.

Tak berapa lama kemudian polisi dari Polsek Kutasari yang mendapat laporan dari warga segera datang ke lokasi kejadian dipimpin oleh Kapolsek, AKP AF Sarpono. Melihat datangnya polisi mereka pun bubar melarikan diri. Polisi pun melakukan pengejaran para pelaku tawuran. Berkoordinasi dengan Polsek Bojongsari, polisi berhasil menangamankan para pelaku tawuran sebelas orang.

Dari pengakuan siswa, kejadian berawal dari permasalahan pribadi. Pada Sabtu (28/7) saat dua siswa SMK YPT lewat depan SMA mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi. Oleh salah satu siswa SMA, mereka dikejar sambil diomong. Namun keduanya tidak terkejar.

Hari berikutnya, kedua siswa SMK YPT 1 tersebut pun bercerita pada teman sekelasnya. Teman-teman mereka yang tidak terima dengan perlakuan tersebut pun menggeruduk SMA Kutasari dan pemukulan pun tak terelakkan.

Kapolres Purbalingga, AKBP Ferdy Sambo melalui Kapolsek Kutasari, AKP AF Sarpono mengatakan, pihaknya masih mencari titik terang awal terjadinya tawuran tersebut. Polisi mengumpulkan keterangan dari para pelaku yang diamankan, para saksi serta dari kedua sekolah.

“Kita telusuri dulu akar permasalahannya. Jika sudah jelas, para siswa kita bina dan diminta membuat pernyataan tertulis untuk tidak melakukannya lagi. Lalu kami serahkan ke sekolah,” katanya.

Sementara itu Kepala SMK YPT 1, Agus Suranto mengatakan pihaknya juga akan mempelajarinya terlebih dulu. Sekoalh juga akan memberikan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku. “Peraturan sudah ada. Jika masih memungkinkan ya kita bina. Kami tidak bisa langsung melakukan tindakan pada mereka. Bukan pembelaan, tapi informasi yang berkembang kan sifatnya masih sementara,” katanya. Sumber: Radar Banyumas.

Tags: , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42