Logo kotaperwira.com

Bayi Kembar Siam Purbalingga Tak Lagi Dirawat di Inkubator

Semarang – Perkembangan menggembirakan ditunjukkan Sanaya dan Isnaya, bayi kembar siam asal Purbalingga. Kendati masih dirawat di ruang perawatan bayi berisiko tinggi, keduanya tak lagi ditempatkan di inkubator. “Mereka juga sudah belajar menetek,” kata Tatang, ayah Sanaya dan Isnaya.

Sebelumnya, kedua bayi itu mendapat asupan ASI dengan menggunakan selang. Kini mereka menetek langsung dari ibunya. Itu bukan pekerjaan mudah bagi ibu bayi, mengingat keduanya dempet berhadapan.

Tatang mengaku senang dengan kemajuan yang ditunjukkan putrinya. Apalagi berat badan keduanya naik. “Sebelumnya 3,4 kilogram, sekarang sudah naik menjadi 4,3 kilogram,” tuturnya.

Selain itu, ruam merah pada kulit pantat berangsur menghilang setelah mendapat perawatan. “Saat ini kondisinya sudah baik,” katanya.

Di sisi lain, rencana bapak tiga anak itu untuk kembali ke Purbalingga terpaksa diurungkan. Pasalnya, Arif, anak pertamanya, tak mau ditinggal.

Alhasil, selama berada di Semarang dia tak bisa mencari nafkah. “Kalau membeli pampers ya hanya mengandalkan pemberian sumbangan saja,” kata dia.

Tetap Waspada

Kendati kondisi kedua bayi menunjukkan perkembangan yang menggembirakan, Kepala Bagian Bayi Berisiko Tinggi RSUP Dr Kariadi dokter Sholeh Khosim mengingatkan agar tetap mewaspadai hal-hal di luar perkiraan.

Misalnya kondisi bayi yang tersedak, kedinginan, atau terkena infeksi tertentu. Tim dokter juga meakukan pengikatan pada pagus (dempetan) dengan kasa untuk memperkecil diameter pagus.

“Sejauh ini belum ada tindakan intervensi. Mudah-mudahan kondisinya tetap optimal dan tidak ada kelainan lainnya,” kata dia.

Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP Dr Kariadi Mohamad Alfan mengungkapkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Purbalingga terkait dengan program Jamkesmas. Hingga kemarin proses pengurusan Jamkesmas masih berlangsung.

“Kendati begitu, pihak keluarga tak perlu khawatir, mengingat seluruh biaya akan ditanggung pemerintah,” tegas Alfan.

Sumber : Suara Merdeka

Tags: , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42