Logo kotaperwira.com

Bayi Hydrocephalus di Desa Karangduren Perlu Bantuan

BOBOTSARI – Tanggal 6 Pebruari mendatang, Safa Nur Latifah genap berusia dua tahun. Mestinya, balita itu sudah bisa berjalan tretehan. Tapi Safa tidak. Anak pasangan Tri Susanti (19) dan Yusup Santo (20), warga RT 1/RW 5 Desa Karangduren Kecamatan Bobotsari Purbalingga itu hanya bisa berbaring di sebuah amben (tempat tidur dari bambu), di sebuah kamar yang juga berdinding gedheg (dinding dari bambu). Penyakit Hydrocephalus yang menimpanya membuat bocah malang itu tidak bisa menikmati keceriaan layaknya bocah balita.

“Saya dan suami berharap Safa bisa sembuh dan hidup normal seperti anak-anak seusianya,” tutur Tri Susanti kepada KR di rumahnya, Kamis (2/2). Upaya mengobati penyakit anaknya sudah dilakukan. Hanya saja, keterbatasan dana menjadi kendala yang menghambat penyembuhan Safa. Ayah Safa, Yusuf Santo sehari-hari sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang pas-pasan.

Tri dan suaminya menggunakan kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) untuk berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah dr Goetheng Tarunadibrata Purbalingga maupun ke RS Margono Soekaryo Purwokerto. Tapi tidak punya cukup uang untuk transportasi dan uba rampe lainnya.

Safa dilahirkan 6 Februari 2010 di rumah bidan di Desa Karangduren. Lahir dalam keadaan normal dengan berat badan 2,9 kilogram. Sekitar seminggu kemudian, bayi itu mengalami demam tinggi. Tri dan suaminya membawa bayinya ke RSUD dr Goetheng Purbalingga dan selanjutnya dirujuk ke RS Margono Soekaryo Purwokerto. Beberapa hari di rawat dan mendapat penanganan khusus dari dokter spesialis. Tapi sekitar seminggu setelah pulang dari RS Margono, kepala Safa mulai membesar.

Dari keterangan dokter, Safa diketahui terkena penyakit Hydrocephalus. Yakni kelainan bawaan yang ditandai dengan membesarnya kepala melebih ukuran normal. Balita itu menderita kelainan abnormal otak dengan bertambahnya cairan otak sehingga tekanan dalam otaknya meningkat. Hal ini terjadi akibat ketidakseimbangan antara produksi dan penyerapan kembali cairan tersebut.

“Kami akan terus berusaha mengobati anak kami. Syukur ada masyarakat yang peduli dengan nasib kami,” ujarnya.

Tags: , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42