Logo kotaperwira.com

Baru 27 Desa Terima Aspal Bantuan Imbal Swadaya

PURBALINGGA – Bantuan imbal swadaya tahun 2012 berupa aspal pada 40 desa yang mengajukan, baru bisa direalisasikan untuk 27 desa pada Sabtu (4/8). Bantuan aspal secara keseluruhan masih menunggu hasil verifikasi di desa bersangkutan, dan mulai didistribusikan pada September mendatang. Pada Agustus ini, baru diberikan total sebanyak 378 drum aspal kepada perwakilan desa.

Kepala Bagian Pembangunan Setda Drs Suroto MSi menyebutkan, dana bantuan aspal tiap tahun jumlahnya fluktuatif. Tahun ini, pemkab hanya menganggarkan pada APBD 2012 Rp 757 juta. Melalui proses lelang, anggaran itu terserap Rp 734 juta untuk pengadaan 500 drum aspal.

“Dari 40 desa yang mengajukan permohonan, baru 27 desa yang diverifikasi dengan total bantuan 378 drum. Sisanya sebagai cadangan dan akan didistribusikan untuk desa-desa yang belum diverifikasi, sekitar September mendatang,” katanya di ruang Rapat Ardi Lawet Setda, kemarin (4/8).

Lebih lanjut dikatakan, agar pelaksanaan penggunaan aspal bantuan imbal swadaya dapat dilaksanakan dengan baik, diberlakukan personal garansi berupa penyerahan jaminan uang Rp 50 ribu per 1 drum aspal yang diterima. Jaminan itu akan dikembalikan jika kegiatan telah selesai tuntas bersama administrasinya.

“Secara simbolis bantuan diberikan oleh Bupati disaksikan Ketua Komisi IV DPRD Purbalingga. Melalui penyerahan surat perintah pengambilan atau DO,” katanya.

Sementara itu, selain bantuan imbal swadaya, Pemkab juga menfasilitasi pengajuan bantuan aspal kepada Gubernur Jateng untuk empat desa di Kecamatan Kertanegara. Tahun 2012 ini Pemprov Jateng membantu 60 drum untuk empat desa.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Drs Heru Sudjatmoko MSi meminta bantuan aspal yang diterima dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Karena bantuan itu menggunakan dana APBD yang ditetapkan atas persetujuan bersama DPRD. Jadi harus dapat dipertanggungjawabkan secara administrasi.

“Meski jumlahnya diperkirakan belum mencukupi, harus bisa dipertanggungjawabkan. Jangan sampai menyimpang meski sedikit akhirnya menjadi masalah,” tandasnya.

Ia meminta para camat, kepala desa, Ketua LKMD dan seluruh masyarakat penerima bantuan untuk bersama-sama mengawasi pembangunan yang ada di desa itu. Pengawasan dilakukan agar tidak sampai terjadi pengurangan kualitas. Karena adanya pengurangan kualitas justru akan memberatkan biaya pemeliharaan pada masa yang akan datang.

“Saya yakin, jika pekerjaan berlangsung baik dan memberikan manfaat tanpa persoalan, dukungan APBD akan lebih banyak. Tentunya melalui persetujuan DPRD,” tambahnya.

Tags: , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42