Logo kotaperwira.com

Banyak Makanan Olahan Belum Disertifikasi

PURBALINGGA – Makanan produk olahan rumahan yang dijual di masyarakat, sebagian besar belum memiliki sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPIRT) dari Dinas Kesehatan (Dinkes).

Para pengusaha makanan mengaku tidak mengetahui mekanisme untuk mendapatkan sertifikat tersebut. Ada pula yang ketakutan jika harus mengeluarkan uang untuk bisa mendapat lisensi itu. Padahal kedua sertifikat tersebut untuk meyakinkan konsumen bahwa makanan yang diproduksi aman dan halal untuk dikonsumsi.

Karsono, pengusaha kue pukis “Mirasa” di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga mengatakan, selama ini ia belum mengantongi kedua sertifikat tersebut. Alasanya, tidak tahu bagaimana caranya untuk memperolehnya.

Ia juga mengkhawatirkan jika untuk mendapatkan kedua sertifikat itu akan dipungut biaya yang mahal atau harus membayar pajak setelah mendapatkannya. Karsono sudah menjalankan usahanya sejak tahun 2000. Dalam sehari dia dapat memproduksi hingga empat ribu buah yang dipasarkan di Pasar Segamas Purbalingga dan Pasar Wage Purwokerto.

Miftahul Hawaji, pengusaha getuk stroberi “BHS” asal Desa Serang Kecamatan Karangreja mengungkapkan, selama ini produknya sudah tertera nomor SPIRT dari Dinkes pada bungkusnya, namun untuk tanda halal dari MUI belum ada.

“Meskipun produksinya hanya sedikit, namun sudah kami daftarkan. Sebab ini penting untuk meyakinkan konsumen,” katanya.

Data dari Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Dinperindagkop) Purbalingga, saat ini tercatat baru 128 produk usaha makanan olahan yang sudah mendapatkan sertifikat PIRT. Sedangkan dari MUI Purbalingga, baru sekitar 40 produk makanan olahan rumahan yang sudah mendapat label halal.

Kasi Pembinaan dan Pengembangan Bidang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Dinperindagkop Purbalingga, Muhammad Zaenudin mengatakan SPIRT tersebut dibuat oleh Dinkes, pihaknya hanya menfasilitasi pelaku industri makanan olahan rumahan tersebut untuk mendapatkannya.

Sementara itu, Sekretaris MUI Purbalingga, Anang Chaerul Mujab mengatakan, pihaknya mengalami kendala untuk memberikan sertifikat halal pada produk makanan hasil usaha rumahan. Sebab wewenang itu berada di tangan MUI Provinsi.

Tags: , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42