Logo kotaperwira.com

Banyak Curug-Curug Mempesona di Purbalingga Masih Tersembunyi

PURBALINGGA – Air yang jernih itu tak mengalir dari tebing yang terlampau tinggi. Namun ketika percikan air menghantam bebatuan, lantas terciprat ke wajah, sungguh terasa menyegarkan. Ya, betapa segar dan menyegarkan air terjun nan perawan itu.

Kawasan tempat air terjun itu berada pun sejuk, teduh, dan rimbun. Air terjun itu berada di Desa Bumisari, Kecamatan Bojongsari, Purbalingga.

Itulah Curug Tempuran. Masyarakat menyematkan nama itu lantaran air curug tersebut bersumber dari pertemuan aliran dua sungai, Kali Lutung dan Kali Lembarang.

Namun Curug Tempuran bukan satu-satunya. Di desa yang berada di kaki Gunung Slamet itu masih ada Curug Pengantin yang bertingkat dengan ketinggian lebih dari 40 meter. Ada pula Curug Sawangan, yang tertutup batu besar di bagian atas.

“Di sini, dari atas hingga batas desa di bawah banyak curug. Curug yang paling besar ya tiga itu. Namun yang kecil-kecil lebih dari tujuh,” kata Kepala Desa Bumisari, Suwignyo.

Itu baru di lingkup Bumisari. Bila menilik ke keseluruhan wilayah di Kota Perwira, curug yang ada di desa-desa dengan mayoritas warga bekerja sebagai penderes itu masih tergolong sedikit. Sebab, Purbalingga ibarat negeri 1001 curug.

Memikat

Bila tak percaya, coba saja jelajahi wilayah Kabupaten Purbalingga di sebelah utara. Hampir di setiap kecamatan setidaknya ada satu curug eksotis yang selama ini tersembunyi di balik rerimbunan pohon.

Di Desa Serayu Larangan ada Curug Ciputut. Di Desa Cipaku ada Curug Mini dan Curug Cingongah. Kedua desa itu berada di Kecamatan Mrebet. Adapun Kecamatan Rembang ada Curug Karang dan Curug Kaul yang memikat para juru foto.

Keindahan curug-curug itu memang luar biasa. Namun memang bukan perkara mudah untuk menuju dan bisa menikmati keindahan tersebut. Selain jauh dari jalan raya, hampir semua jalur menuju ke air terjun tersebut buruk.

Ya, perjalan menuju ke curug-curug itu mirip-mirip cerita rombongan Kera Sakti Sun Go Kong saat hendak mengambil kitab suci. Berliku-liku sehingga memeras peluh. Namun akhirnya semua terbayar dengan kesegaran dan keindahan alam yang tak tepermanai.

Banyak orang datang untuk menikmati keindahan alam dan kesegaran air terjun. Namun ada pula orang-orang yang bersulit-sulit menuju ke curug untuk mendapat pengasihan, baik untuk mempermudah memperoleh jodoh, disukai orang, maupun pelaris saat berdagang.

“Ya, itu soal kepercayaan,” kata Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Purbalingga, Titi Setyawati.

Titi mengakui curug-curug di Purbalingga sangat potensial. Namun memang belum ada upaya pengembangan secara serius. Apalagi jalan menuju ke berbagai lokasi wisata alam yang perawan itu masih menjadi penghambat aksi nyata untuk menata, mengelola, dan “menjual” keindahannya.

Baru Sedikit

Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Purbalingga baru sedikit menyentuh jalur menuju Kali Karang di Desa Tanalum, Kecamatan Rembang. Sementara jalan menuju curug lain belum tergarap dan karena itu pengunjung pun masih harus bersusah payah dulu untuk bisa menikmati keindahannya.

Ya, curug-curug itu sangat prospektif dikembangkan sebagai lokasi wisata yang memesona. Namun selama ini pengenalan terhadap objek alam yang mengandalkan kesegaran aliran sungai itu toh lebih banyak mengandalkan promosi dari mulut ke mulut.

Wakil Bupati Sukento Rido mengemukakan butuh banyak pertimbangan untuk mengembangkan wisata di Purbalingga. Terlebih dalam kerangka RPJMD 2010-2015, posisi wisata sebagai prime over ekonomi masyarakat.

Misalnya, melalui pengemasan wisata, promosi, infrastruktur, keamanan, dan menciptakan keterkesanan. “Semua itu mesti dilakukan secara terpadu. Nek mung curug-curug thok (Jika cuma mengandalkan curug) ya nggak ada keterkesanan,” kata dia.

Namun dia yakin potensi alam Purbalingga masih sangat memungkinkan dikembangkan. Dan lewat pengembangan berbagai potensi itu, kesejahteraan masyarakat bisa meningkat.

Tags: , , , , , , , , , ,  , desa sawangan purbalingganama pejabat superveor perusahaan kota rembang
Tokoh: ,
Source: Suara Merdeka

Leave a Reply

close(x)
Pasang Iklan