Logo kotaperwira.com

Banyak Calon, Pilkades di Purbalingga Bisa Dua Putaran

Purbalingga – Di Kabupaten Purbalingga kembali akan digelar pemilihan kepala desa (pilkades) pada November ini. Sedikitnya 7 desa akan melaksanakan pesta demokrasi Minggu, 20 November. Pemilihan akan diikuti 23 bakal calon.

Ke tujuh desa itu adalah Desa Majatengah dan Senon (Kecamatan Kemangkon), Brecek (Kaligondang), Karangpetir (Kalimanah), Tlahab Lor (Karangreja), Tanalum (Rembang), dan Purbayasa (Padamara).

Di Majatengah ada empat calon yang mendaftar, Senon (5), Brecek (2), Karangpetir (3), Tlahab Lor (5), Tanalum (3), dan Purbayasa (1). Dari tujuh desa itu, lima di antaranya diikuti mantan kades yang kembali mendaftar. “Semula di Desa Tlahab Lor ada enam bakal calon yang akan maju, yakni Tri Ishadi, Joko Sudjono, Subagyo, Giman, Agus Widiyono, dan E Cipto Suroso. Belakangan Cipto mengundurkan diri karena alasan keluarga,” kata Kabag Tata Pemerintahan Setda, Imam Hadi, kemarin.

Banyaknya bakal calon yang maju dalam satu desa ada positif dan negatifnya. Positifnya adalah biaya pelaksanaan pilkades yang ditanggung masing-masing calon lebih ringan dibandingkan jika calonnya sedikit. Selain itu biasanya perolehan suara terpaut jauh. Negatifnya adalah pilkades berpotensi diulang jika tidak ada calon yang memperoleh lebih dari 25 persen suara sah. Hal itu sesuai Peraturan Bupati No 76 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penetapan Calon Kades Terpilih, Pemung­utan Suara dan Pilkades Ulang.

Jika calonnya tunggal, satu, dua, tiga, hingga empat orang maka peluang calon untuk mendapatkan suara 25 persen suara sah terbuka lebar. Jika lebih dari empat, maka semua calon mempunyai kekuatan massa yang sama, maka bisa saja tidak ada yang memperoleh 25 persen suara sah.

“Kalau 100 persen dibagi empat calon yang sama-sama kuat, masing-masing dapat 25 persen. Kalau calonnya lima atau enam dan sama-sama kuat, sangat dimungkinkan tidak ada calon yang mendapat 25 persen. Kalau 100 persen dibagi 5 ketemunya hanya 20 persen,” lanjut Imam.

Masalah pilkades ulang diatur dalam Pasal 9 Perbup No 76/­2006. Dalam ayat 1 disebutkan pilkades ulang dilaksanakan bila tidak ada calon kepala desa yang memperoleh suara lebih dari 25 persen dari jumlah suara sah. Ayat 2 menyebutkan pilkades ulang diputuskan oleh BPD dan pelaksanaannya ditetapkan setelah dikonsultasikan dengan bupati melalui camat.

Sedangkan ayat 3 berbunyi apabila dalam pilkades ulang tidak ada calon kepala desa yang memperoleh suara lebih dari 25 persen dari jumlah suara sah, maka calon yang memperoleh suara terbanyak ditetapkan sebagai calon kepala desa terpilih.

Tags: , , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42