Logo kotaperwira.com

Awas, Tabung Elpiji Kadaluwarsa

Purbalingga – Penggunaan tabung elpiji tiga kilogram sudah berjalan cukup lama di masyarakat. Namun, masih banyak masyarakat yang tak mengetahui masa kedaluarsa tabung elpiji itu. Selama ini warga atau konsumen hanya menggunakan saja tanpa memperhatikan segala tulisan pada badan tabung ukuran 3 kilogram yang beredar di pasaran.

Andini, warga Purbalingga Kidul mengaku, dirinya sama sekali tak mengerti jika tabung elkpiji itu ada masa pakainya. Selama ini, dalam membeli elpiji, ia hanya mencermati isi tabung dan penyambungannya saja. Kalau isinya sudah sesuai, dirinya tak mempersoalkan tabung elpiji itu.

“Sama sekali saya tak pernah mendapatkan sosialisasi itu. Termasuk di tingkat pangkalan maupun distributor. Bahkan, saya juga tidak tahu dampak tabung yang sudah dalam masa kedaluarsa,” kata karyawan swasta itu, Senin (10/11).

Hal yang sama diungkapkan Atun, warga Bobotsari yang menilai baik dan buruknya tabung elpiji hanya dari ada maupun tidaknya kebocoran dan dari susah atau tidaknya pemasangan. Bahkan, dirinya mengira jika tabung elpiji itu tak ada masa kedaluwarsanya.

“Setahu saya, jika sudah banyak yang karatan dan mengelupas, baru sudah tak layak. Tapi selama ini juga kadang masih ada, meski tak banyak,” katanya.

Sementara itu, Manajer Operasional SPBE PT Indo Marketing World, Roby yang juga menangani distribusi dan pengisian elpiji 3 kilogram di kabupaten Purbalingga menjelaskan, jika masa kedaluwarsa tabung tertera pada dekat pegangan tabung. Biasanya ditulis dengan warna putih.

“Kalau yang beredar di kabupaten Purbalingga, saat ini bertuliskan 03-14. Artinya tabung elpiji memasuki kadaluwarsa pada Maret 2014. Atau rata-rata tabung memang memiliki ketahanan sekitar 4 tahun dan jika lebih dari 4 tahun harus sudah mengalami pengujian kembali,” paparnya, kemarin.

Roby menambahkan, biasanya setahun sebelum masa kadaluwarsa, akan ada pengujian kembali (retester). Tabung Elpiji dari Purbalingga akan diretester di SPBE Kaliori, Banyumas. Di sana akan dibersihkan kembali bagian dalam tabungnya dan dites dengan udara lalu dinilai kelayakannya.

“Jadi tak seperti makanan kedaluarsa tak bisa dimakan atau digunakan. Tapi tabung tak harus dibuang, biasanya akan ada yang diuji ulang dan dibersihkan lalu dicat ulang. Masyarakat tak perlu takut dan khawatir. Semua tabung di Purbalingga masih dalam batas aman,” tambahnya.

Roby menambahkan, jika sambungan regulator tak bocor, tabung tak akan terbakar atau tak ada istilah tabung meledak. Jika konsumen menerima tabung yang sudah rusak parah atau tak ada tanda kedaluwarsa, konsumen diharapkan segera mengembalikan tabung itu ke pangkalan. “Pangkalan tak boleh menolak. Karena, tabung dari pangkalan akan masuk ke SPBE dan dikembalikan ke Pertamina untuk diganti gratis,” imbuhnya.

Tags: , , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42