Logo kotaperwira.com

Atasi Teror Dengan Deradikalisasi

Purbalingga – Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Drs Edward Aritonang, MM menyatakan upaya teror yang dilakukan beberapa kelompok masyarakat tidak harus di tangani dengan cara-cara radikal. Untuk mengatasi gerakan radikalisme yang berkedok agama, Kapolda Edward Aritonang menyatakan, pihaknya akan lebih mengedepankan unsur de-radikalisasi dengan melibatkan tokoh-tokoh agama.

Ketika ada pelaku teroris yang telah menjalani hukuman, sudah semestinya mereka harus dikembalikan dan diterima masyarakat dengan baik. Mereka memang telah menyimpang dari ajaran agama dan melanggar hukum yang berlaku, jika mereka dibiarkan dan tidak diterima kembali di masyarakat, maka tidak menutup kemungkinan mereka akan kembali kepada komunitas teroris yang pernah diikutinya.

“Teroris ini kami kategorikan sebagai teroris residivis. Jangan biarkan stigma negatif tetap melekat pada diri mereka. Mereka sudah menjalani kehidupan di lembaga pemasyarakat, dan mereka juga tentunya ingin kembali diterima dengan baik di masyarakat. Disinilah konsep de-radikalisasi yang harus melibatkan semua tokoh masyarakat, termasuk tokoh agama,” kata Kapolda Edward Aritonang disela-sela pertemuan Polri dengan tokoh lintas agama, ormas dan LSM se-wilayah eks Karesidenan Banyumas di Pendopo Dipokusumo, Jum’at (10/6) .

Deradikalisasi terhadap terror kata Edward, juga dapat dilakukan dengan meningkatkan kerukunan dan harmonisasi diantara masyarakat melalui berbagai forum. Ada banyak forum yang bisa bergerak, seperti Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), forum kampus dan forum tokoh masyarakat lainnya.

“Intinya bagaimana kita bisa meningkatkan solidaritas, kerukunan dan harmonisasi diantara masyarakat,” katanya.

Selain diikuti para tokoh agama di wilayah banyumas, kegiatan itu juga dihadiri empat Bupati yakni Purbalingga, Banyumas, Cilacap dan Banjarnegara.

Usai membuka pertemuan lintas agama, Kapolda meresmikan program Simulasi Mengemudi Berjalan (SIMB). Pengenalan atau Launcing perdana SIM Berjalan dipusatkan di Gedung Dharma Mulya Purbalingga. Program pelatihan ini dapat diikuti masyarakat secara gratis. Tujuannnya agar masyarakat lebih siap ketika akan mengikuti ujian SIM yang sebenarnya khususnya untuk SIM C dan SIM A baru.

Tags: , , , , , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42