Logo kotaperwira.com

Ambulan Puskesmas Karanganyar Dipakai Jalan-Jalan Saat Lebaran?

Ella Zulaeha – Hari Raya Idul Fitri Rabu kemarin berlangsung acara Halal Bihalal Keluarga Besar kami di Karanganyar, Purbalingga. Saat keriuhan tengah terjadi karena begitu banyaknya kerabat yang hadir, tiba-tiba kami dikejutkan sesuatu. Salah seorang kerabat kami jatuh pingsan. Ibu muda ini (saudara sepupu suami saya) ternyata menderita penyakit vertigo dan komplikasi jantung. Seketika ia ambrug di tengah kerumunan.

Suasana ceria langsung berubah panik seketika. Buru-buru kerabat yang lain mencari pertolongan pertama untuk menyadarkannya dari pingsan. Setelah ditunggu sekian lama, ia tak juga siuman. Akhirnya keluarga ibu ini memutuskan untuk mencari ambulan di puskesmas terdekat guna mendapatkan pertolongan dari dokter setempat. 2 orang dari mereka segera meluncur ke arah Puskesmas Karanganyar karena letaknya tak jauh dari berlangsungnya acara kami.

Puskesmas ini merupakan Puskesmas Pembina yang dijadikan percontohan di Kecamatan Karanganyar. Puskesmas ini juga melayani persalinan. Namun saat tiba di sana, sungguh di luar dugaan kami. Puskesmas itu tidak ada dokter jaga! Ambulan yang dibutuhkan untuk membawa pasien pun tak ada di tempatnya. Oksigen yang dibutuhkan juga berada di dalam kantor Puskesmas itu. Karena hari Raya Lebaran, kantor itu pun tutup.

Mereka bertanya kesana-kemari dan akhirnya menemukan rumah seorang bidan untuk meminjam oksigen guna pertolongan pertama. Bidan yang baik hati itu pun meminjamkan oksigen yang tersedia di rumahnya meskipun ukurannya tidak begitu besar. Selidik punya selidik, didapat informasi bahwa dokter jaga di Puskesmas itu sedang liburan lebaran. Ambulan yang seharusnya ‘standby’ siaga 24 jam untuk membawa pasien gawat darurat dipakai oleh si supir untuk berjalan-jalan bersama keluarganya selama Lebaran. Alamakk..!! Puskesmas percontohan macam apakah ini? Apakah tidak ada petugas yang mengawasi operasional mobil ambulan tersebut?

Melihat kenyataan itu, keluarga pasien tak putus asa. Mereka kemudian berusaha mendatangi satu Puskesmas lagi di Bobotsari untuk mencari ambulan, namun lagi-lagi kekecewaan yang didapat. Ambulan di Puskesmas itu memang ada, namun sayangnya supirnya tidak ada karena masih liburan Lebaran. Duh, rasanya sia-sia sudah jauh-jauh berusaha mencari ambulan di Puskesmas itu.

Sungguh kenyataan yang sangat memprihatinkan tentang fasilitas Puskesmas seperti ini. Tak terpikirkan kah oleh mereka seandainya saat Hari Raya ada pasien yang butuh pertolongan darurat atau ada seorang ibu yang hendak melahirkan butuh ambulan untuk dievakuasi ke Rumah Sakit besar?

Keluarga pasien masih terus berupaya mencari pertolongan medis. Dengan oksigen yang didapat dari bidan itu, kemudian pasien dibawa ke Rumah Sakit di Purwokerto dengan menggunakan mobil pribadi. Saat ini pasien sudah ditangani di Rumah Sakit tersebut.

Semoga kisah ini bisa menjadi pelajaran dan perenungan bagi Puskesmas di manapun berada di negeri ini untuk memikirkan kemungkinan apapun yang bisa saja terjadi yang berkaitan dengan nyawa seseorang sekalipun itu adalah saat Hari Raya. Seharusnya mereka yang berprofesi mengabdi kepada kepentingan masyarakat tidak ikut-ikutan libur saat perayaan hari-hari besar. Apakah Puskesmas atau instansi pelayanan kesehatan lainnya bisa menjamin semua orang akan sehat-sehat saja saat Lebaran?

 Tags: , , , , , ,  
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-blog.php on line 25