Logo kotaperwira.com

Alih Fungsi Lahan Pertanian Diminta Dikendalikan

PURBALINGGA – Maraknya alih fungsi lahan pertanian menjadi perumahan dan industri di wilayah Kabupaten Purbalingga dinilai dapat mengancam produksi hasil pertanian.

“Memang saat ini dampaknya belum terasa, tapi beberapa tahun ke depan dipastikan mengancam produktifitas pertanian. Apalagi pertambahan jumlah penduduk tiap tahun bertambah,” terang Kasubid Ketersediaan dan Distribusi Pangan pada Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BPPKP) Purbalingga, Budi Baskoro, Sabtu (10/11).

Menurut dia, berdasarkan catatan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Purbalingga menyebut jumlah penduduk mencapai 913 ribu jiwa. Konsumsi beras per orang 0,255 kg/kapita/hari atau 92,87 kg/kapita/tahun.

“Sementara kami setiap tahun ditarget produksi beras meningkat sekitar 5-6 persen,” katanya.

Lebih lanjut Budi mengatakan, konversi alih fungsi lahan basah marak terjadi di wilayah perkotaan dan di wilauah Desa Patemon, Kecamatan Bojongsari. “Tapi paling parah terjadi di perkotaan yang sudah menjadi pabrik dan perumahan,” terangnya.

Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun pada Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan (Dintanbunhut) mencatat, hingga Agustus produksi padi mencapai 107.105 ton dengan tingkat produktifitas 61,53 kuintal.

Sedangkan luasan sawah mencapai 27.645 hektare. Adapun sasaran produksi padi tahun ini 222.003 ton dengan tingkat produktifitas padi 58,61 kuintal dan luas sawah 37.878 hektare.

Kepala Dintanbunhut Lily Purwati mengemukakan, pihaknya optimis target produksi padi bisa tercapai. Berdasarkan ramalan tahun ini, produksi padi hingga Desember dapat mencapai 24.997 ton. Pencapaian produksi itu, ditambah dengan produksi padi gogo seluas 604 hektare, dengan tingkat produksi 2.014 ton dan produktifitas mencapai 43,28 kuintal.

Tags: , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42