Logo kotaperwira.com

750 Guru PAUD Tampilkan Musik Kolosal Tradisional

Purbalingga – Sebanyak 750 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Kabupaten Purbalingga memeriahkan peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-66 tingkat kabupaten Purbalingga. Perwakilan para guru PAUD dari 18 kecamatan se-Purbalingga ini terdiri dari 200 guru memainkan alat musik rebana, 200 guru memegang angklung dan 350 guru lainnya memainkan ukulele. Mereka terlihat kompak saat mengiringi persembahan 10 lagu di depan Bupati Drs H Heru Sudjatmoko, Wabup Drs H Sukento Ridho Marhaendrianto MM dan para tamu undangan lainnya.

Koordinator pementasan musik kolosal tradisional, Pujianti menuturkan ide pementasan musik kolosal itu bermula saat para guru PAUD ini mendapat pelatihan bermain musik pada November lalu. Kemudian, kata Pujianti yang juga Ketua Kelompok Kerja Guru PAUD, mereka mengusulkan untuk menampilkan kebolehan mereka pada puncak acara peringatan Hari Guru di Alun-Alun. “Semula pihaknya juga berencana mengundang MURI, untuk pencatatan rekor baru permainan alat musik tradisional dengan peserta terbanyak. Sayangnya rencana ini gagal, karena berbagai pertimbangan,” katanya usai pentas kolosal di Alun-Alun Purbalingga, Jum’at (25/11).

Guru PAUD bermain musik kolosal tradisional

Guru PAUD Unjuk Kebolehan dalam Pementasan Musik Kolosal Tradisional

Di bawah asuhan pelatih Slamet Haryono M.Seni dan Prawoto Adi S.Pd, mereka tampil memukau dengan membawakan lagu Mars Purbalingga, Tombo Ati, Andaikan Kau Datang dan diakhiri lagu medley Aku Anak Indonesia-Lihat Kebunku-Burung Hantu-Balonku-Naik Delman.

Selain persembahan musik kolosal, upacara akbar hari Guru dan HUT PGRI juga ditampilkan pagelaran tari masal oleh 200 murid SMP N 1 Kalimanah, SMP N 1 Bojongsari, SMP N 1 Kaligondang dan SMP N 1 Bukateja. Mereka membawakan sebuah tarian banyumasan “Baladewa”.

Koordinator tari masal yang juga Kepala SMP N 1 Bojongsari, Budi Setiawan mengungkapkan tari Baladewa menggambarkan kegigihan para pemuda dalam melawan penjajah. “Mereka mempertontonkan gerakan olah kanuragan yang dilakukan oleh para pemuda sebagai manggala yudha bangsa dalam melawan penjajah,” jelasnya.

Diwarnai Keharuan

Kemeriahan dan rasa gembira yang tergambar pada akhir pelaksanaan peringatan Hari Guru dan HUT PGRI, rupanya tak terjadi secara keseluruhan. Pada awal pelaksanaan upacara, para peserta memulainya begitu hidmat. Bahkan Bupati Purbalingga Heru Sudjatmoko sempat terbata-bata saat memimpin acara mengheningkan cipta bersama.

“Saya mohon maaf, karena diawal acara sempat terbawa emosi. Saya teringat kepada orang tua dan para guru yang telah mengantar kita semua menjadi seperti sekarang ini,” ungkap Bupati usai menjadi inspektur upacara, sesaat sebelum bergabung dengan tamu undangan lainya.

Menurut Bupati, kita harus bersyukur dengan cara melaksanakan tugas dan tanggung jawab kita sebaik-baiknya. Dengan demikian, lanjut Bupati, kita semua dapat melanjutkan cita-cita para guru yang telah mendidik kita dalam mengantarkan generasi sekarang menjadi lebih baik.

Pada upacara itu, Bupati juga berkenan menyerahkan penghargaan dan hadiah lomba dalam rangka peringatan HUT ke-66 PGRI. Pada peringatan tahun ini, PGRI kembali memberikan penghargaan PGRI Award tingkat kabupaten kepada Kepala SMP N 1 Kaligondang Joko Sumarno S.Pd M.Pd. Selain itu juga diserahkan dana dari Yayasan Setia Kawan Guru Jawa Tengah kepada 15 penerima.

Tags: , , , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42